Senin, 04 Juli 2011

Strategi Persidatan, Analisa dan Harga Sidat (Unagi) di Jepang

Bermacam Sajian Unagi (Sidat)

Menelaah kondisi dan strategi persidatan di Indonesia, sambil merencanakan sistem produksi 20 ton per tahun, sebagai konsultan sistem budi daya sidat, berikut ini beberapa perencanaan dan strategi yang saya perhitungkan.

Dengan adanya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan, tentang larangan Pengeluaran Benih Sidat Dari Wilayah Negara Republik Indonesia, ke Luar Wilayah Negara Republik Indonesia NOMOR PER. 18/MEN/2009.

Ukuran dan benih sidat yang dilarang adalah:
  1. Benih adalah ikan dalam umur, bentuk, dan ukuran tertentu yang belum dewasa.
  2. Benih sidat adalah sidat kecil dengan ukuran panjang sampai 35 cm dan/atau berat sampai 100 gram per ekor dan/atau berdiameter sampai 2,5 cm.


Jadi ada batasan berat 100 gram, atau diameter s/d 2,5 cm, dan panjang 35 cm. Hal itu memungkinkan perkembangan pemeliharaan sidat dalam negeri sampai ukuran (100gr, diameter 2,5cm, panjang 35 cm), dan dapat dilepas ke pasar internasional untuk ukuran yang lebih besar.

Pasaran di Jepang menghendaki ukuran konsumsi 190 gr/ sd 200 gr per ekor yang disebut boko [ 150 gr s/d 220 gr, panjang s/d 80 cm sekilo 6 ekor], untuk ukuran small marketsize adalah futo [100 gr - 150 gr, panjang mencapai 50 cm, sekilo 8 ekor].

Jika sudah dipaket menjadi sidat panggang (unagi kabayaki) kemasan adalah 110gr-120 gr, dan 150gr-160gr, dalam bentuk sudah dikemas dalam kemasan vakum, dari sidat hidup kabayaki susut beratnya 20%. (Dapat di check di Cosmo, Ranch Market, Matsuya di Jogya dan Hero, serta swalayan Jepang atau Korea).

Harga sidat di Tsukiji Market - Jepang, mencapai 7.000 yen per kg, sekitar Rp 739.865 per kilo gram, untuk unagi kabayaki (panggang di vakum) harga 110gr - 120 gr sekitar 1.260-1.500 yen (133 ribu s/d 158 ribu rupiah).

Jadi dapat diperhitungkan harga jual ke Jepang, jika dikurangi ongkos kirim, biaya eksport dan sebagainya, tentu akan memudahkan jika di Indonesia yang dieksport adalah produk olahan (unagi kabayaki, shirayaki), bisa juga dalam bentuk fresh frozen eel, frozen roasted eel (unagi kabayaki). Untuk pasaran dunia biasanya mereka menghendaki sidat hidup untuk pasar lokal, dan frozen eel.

Jika pembudi daya pembesaran sudah banyak, langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah pembuatan pasar bersama sidat konsumsi, pasar bersama glass eel, dan pasar bersama elver. Tujuannya adalah memberi keuntungan optimum yang bagi pembudi daya, tanpa harus ditekan oleh tengkulak, kaum kapitalis, dan kartel pasar. Karena jika para sidaters mulai merancang strategi pasar bersama, maka pengijon, brooker, dan para eksportir glass eel akan mati. Mereka harus membudi dayakan sidat jika ingin bermain di persidatan, atau membuat jaringan inti plasma. Atau jika tidak ingin ada intervensi korporasi bisa membuat koperasi dengan unit usaha sektoral, seperti di Jepang ada koperasi petani (beras) dan koperasi pembudi daya unagi yg disebut Kumiai (Cooperative Society).

Strategi yang lain adalah mengeksport sidat hasil olahan dengan bekerjasama dengan perusahaan yg mempunyai processing, dan pengeksport ikan.

Di Indonesia pertumbuhan berat sidat adalah rata-rata 40 gr/ bulan, dan waktu minimum pembesaran sampai mencapai ukuran konsumsi adalah 9 bulan (Ahmad Suhaeri, BLU Pandu Krawang). Dari glass eel sampai ukuran 100 gr dicapai dalam 4 s/d 5 bulan, dan sampai ukuran konsumsi dari 100 gr sampai 250 gr dalam 3/4 bulan. Sidat betina lebih besar dari pada sidat jantan, dan penambahan hormon estrogen pada pakan membuat populasi sidat betina akan lebih banyak. Jika kerapatan tinggi maka akan muncul sidat jantan lebih banyak. Bobot pertumbuhan optimum 9 bulan x 40 gr/bln = 360 gram. 

Pertumbuhan berat sidat sangat bergantung suhu optimum pemeliharaan 23 s/d 28 derajat celcius, rata rata 25 derajat cukup optimum, jadi tidak ada masalah suhu di Indonesia, kecuali penyakit dan parasit yg bisa muncul dalam rentang suhu tersebut.
Jadi kelompok kelompok para sidaters, bisa di bagi bagi: 
  1. Pembudi daya rumahan dengan sistem resirkulasi (semi intensif)
  2. Pembudi daya sampai ukuran konsumsi 1 kg 4 ekor atau 1 kg 5 ekor. Dari sidat 50gr.
  3. Pembesaran dari glass eel ke elver 1 gr
  4. Pembesaran dari 1 gr ke 50 gr atau 100 gr (ini sudah bisa di eksport).
  5. Pembesaran dari 100 gr s/d sidat konsumsi.
Di Jepang elver mulai dikembangkan dari glass eel 0.15 gr ke elver 0.5 gr (kerapatan tebar 0.4 kg/m2 s/d 1.2kg/m2), setelah itu dilakukan grading dan pemindahan ukuran 0.5 gr ke kolam dengan kerapatan tebar 0.5 kg/m2 s/d akhir 1.6 kg/m2.

Di Jepang ukuran 6,5 gr sudah dilepas ke tambak pembesaran akhir (5000 m2 atau 0.5 ha bisa terdiri dari 25 kolam ukuran 200m2) dan mencapai ukuran panen 190 gram dengan kerapatan 4 kg/m2. Kolam adalah still water.

Dari ukuran 0.16 gr ke 0.5 gr ditebar dalam kolam running water, dan 0.5 gr s/d 1.3 gram pembesaran elver setelah grading dalam kolam running water. Atau kalau di Indonesia indoor, running water atau resirkulasi.

Dari ukuran 1.3 gr ke 6.5 gr bisa di budi dayakan di air tenang. Untuk pembesaran s/d 20 ton dibutuhkan jumlah air 450 m3/hari atau 5.208 liter/detik.

Jadi para pembudidaya sidat dapat mengelompokan diri:
  1. Jadi Pemodal Stokist (memodali nelayan, dengan fasilitas, modal, jaring scoop) dan lainnya.
  2. Sebagai nelayan penangkap glass eel dan stokist.
  3. Pembesaran glass eel ke elver [elver tahap 1]
  4. Pembesaran elver ke old elver [elver tahap 2]
  5. Pembesaran old elver ke fingerling
  6. Pembesaran fingerling ke sidat konsumsi.
Di Indonesia beberapa pembudi daya elver menjual hasil mereka dengan berat 1 gr per ekor (atau 1 kg/ 1000 ekor), glass eel di estuaria ditangkap ukuran 1kg 6.000 ekor.

Untuk tangkapan alam bisa ditangkap sidat dewasa yg sedang migrasi ke laut, atau dengan umpan.
Jadi para sidaters siap-siap mengelompokan diri di bagian mana akan berusaha di bidang sidat.
Perlu rajin rajin mengecek pasar global, mengetahui biaya eksport, processing, freight, dan regulasi serta sertifikasi produk pangan, atau hasil olahan.  

Sidat adalah makanan berkualitas, karena kandungan protein, asam amino, vitamin E, A yang tinggi, serta kandungan EPA dan DHA yang tinggi, bisa dikembangkan menjadi produk biotechnology atau farmasi untuk kebutuhan EPA dan DHA.

Asam Amino yang sangat lengkap dikandung sidat berguna untuk kecerdasan, juga bersifat aphrosidiak atau meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.

Jadi banyak parameter lingkungan, pasar, eksternal, internal, resiko yang harus di perhitungkan jika ingin membudidayakan sidat. Strategi Inti Plasma, dan jaringan yang rekan rekan sidaters kembangkan sudah ke arah yang tepat, pola keroyokan dan rumahan yang mulai berkembang juga bagus.

Karena kita di Indonesia, maka perlu dikombinasikan pola budi daya sidat di Jepang, dan Eropah yg disesuaikan dengan di Indonesia.

Jika ingin budi daya intensif dengan pola fish farm berteknologi tinggi untuk produksi 100 ton/ tahun dengan air minimum, dan lahan yang sempit sangat dimungkinkan, karena di Indonesia sudah banyak ahli ahli IT, dan Control Engineer dan lainnya, seperti halnya di forum  sidat@yahoogroups.com ini ada expert IT, Electrical, dll, selain ahli perikanan. Modal dan kolaborasi yg kuat untuk kita bisa berkembang menyaingi Israel, Jerman, Inggris, dan Jepang sekalipun dalam budi daya sidat. Tinggal Strategi Riset dan Development perlu di tingkatkan.

Bahkan saya berpikir ke depan bisa di bikin kolam pemeliharaan full automatic, high density dikontrol lewat website lewat jaringan internet. Jadi satu server komputer, atau beberapa, mengontrol ribuan tambak di Indonesia, full automatic, dengan green energy, tenaga air, panas bumi, dan energi surya. Mungkin ini bisa kita capai bersama sama 5 tahun kedepan dengan membuat focus group masing masing. Bukan mustahil 10 ribu petambak sidat di Indonesia bisa tercapai, punya bank sendiri seperti Grameen Bank dan Mondragon Cooperative Cooperation di Spanyol.

Sidat ikan berkualitas ada, harga OK, teknologi tinggal dibuat.

Oleh: Ariya Hendrawan ( moderator milis sidat@yahoogroups.com di http://groups.yahoo.com/group/sidat)

5 komentar:

yodha mengatakan...

STOP EXPORT SIDAT KE JEPANG !!

Perkenalkan, nama saya Adhitya Yodha . saya berdomisili di jakarta. saat ini saya bekerja sebagai cafe & restaurant consultant . yakni, saya berperan sebagai guide bagi anda yang ingin membuat sebuah restoran yang elegan, mewah kelas atas atau sederhana sampai tempat usaha seperti warung, kios, booth, dan sebagainya. saya siap membantu anda mulai dari mencari lokasi yang tepat, desain interior & exterior, pembuatan menu, mentraining karyawan, mencarikan tenaga kerja ( chef, cook, waiter, kasir) sampai promosi dan sebagainya

Sepertinya makanan jepang di sini sudah amat sangat populer dan sedang menjadi sebuah trend di generasi sekarang, ini bisa di buktikan dengan banyaknya outlet outlet atau resto bahkan warung yang bertemakan makanan jepang. Bahkan sudah tidak terhitung lagi banyaknya khususnya di kota jakarta. Bisa di artikan bahwa usaha bertemakan makanan jepang ini ternyata cukup menggiurkan

Seperti yang kita ketahui sebelumnya , di Indonesia terutama di kota kota besar Sudah puluhan atau bahkan ratusan restoran atau usaha yang bergerak di bidang makanan jepang. Ini mungkin dapat di maklumi, di karenakan budaya Jepang sudah tidak asing lagi bagi penduduk Indonesia kebanyakan, termasuk makanannya. yang padahal kebanyakan bahan baku makanan Jepang itu sendiri itu berasal dari Indonesia! sebut saja ikan Sidat, teLur ikan terbang, ikan cakalang kering, edamame, dan lain lain. yang menurut hemat saya, tidak perlu lagi untuk pengusaha restoran jepang mengimport bahan bakunya dari jepang (UNAGI / ikan SIDAT). bila kita di sini bisa mengolah dan menjualnya di sini!??

Di sini saya mencoba untuk menawarkan kesempatan yang tampaknya cukup menjanjikan ini, yakni berbisnis makanan jepang. Khususnya bisnis atau usaha makanan jepang mulai dari restoran mewah atau sederhana sampai outlet di foodcourt, booth, warung dan sebagainya

Saya menawarkan konsep yang agak berbeda dengan sistem franchise. Brand atau nama tempat usaha anda nantinya bisa anda sendiri yang menamakannya, begitu pula dengan menu, konsep dan penampilannya, akan tetapi saya akan membantu untuk menuntun anda bagaimana membuat sebuah konsep usaha yang anda ingini nanti dengan modal sesuai kemampuan anda

Sudah sekitar hampir 10 tahun saya bekerja sekaligus mempelajari makanan jepang, setelah akhirnya saya sudah berpindah pindah dari satu restoran ke restoran lainnya secara otomatis saya dapat beberapa pelajaran tentang konsep, gaya, dan variasi makanan jepang yang berbeda beda termasuk resepnya. Akan tetapi semua hal yang sudah saya dapat itu tidak saya tiru seratus persennya, itu hanya sumber inspirasi atau bahan perbandingan saja. Di sini saya menjual apa yang saya sudah buat sendiri, yakni resep makanan jepang yang halal, nikmat, murah tetapi tidak merubah rasa jepangnya itu sendiri

Saya sudah berpengalaman membuat beberapa restoran di berbagai kota di indonesia (1 di luar negri) dengan konsep dasar yang sesuai dengan kemauan pelanggan saya. akan tetapi sudah saya kembangkan sedemikian rupa sehingga setiap restoran tersebuti memiliki keunikan masing masing. Kesemua resto yang sudah saya buat ini memiliki konsep, tampilan danmenu yang berbeda beda sesuai dengan keinginan pemiliknya.

untuk lebih jelasnya saya memiliki proposal yang bisa anda download dan simpan, silahkan kunjungi website saya.

adhityayodha.webs.com

menerima juga :

* MENJUAL BAHAN MAKANAN JEPANG (JAPANESE FOOD SUPPLIER)
* KURSUS PRIVAT MASAKAN JEPANG (TIDAK MENYEDIAKAN KELAS)
* TRAINING SDM
* JAPANESE FOOD CATERING SERVICE
* PRIVATE PARTY ( SASHIMI BODY GIRL) NYOTAIMORI
* DESAIN INTERIOR EXTERIOR RESTO & CAFE
* FOTO MENU / PRODUK
* MEMBUAT KONSEP PROMOSI
* MENJUAL PERALATAN & PERLENGKAPAN RESTORAN
* JUAL BELI PERALATAN DAPUR (KITCHEN EQUIPMENT)
* MENJUAL SAUS JADI (BOTOLAN) & RESEP MAKANAN JEPANG YANG HALAL & MURAH RASA BINTANG LIMA

Hubungi:

085737637228
02190423946

email:
sushichef_jakarta@yahoo.com


http://adhityayodha.webs.com

Budidaya Sidat mengatakan...

Mantebs ulasannya pak, semoga saja bisa cepat terealisasi di indonesia.

Belajar Budidaya Sidat

Pulsa Elektrik and Diving in Bali Islands mengatakan...

selamat pagi
saya mau menawarkan belut lokal dan sidat hidup untuk konsumsi cocok untuk restourant jepang dan korea
all size ynag tertarik tlp di 08158910377
trims
tatag denpasar bali

Adrian mengatakan...

Selamat pagi
saya adrian, marketing PT. Dapetin Global Mandiri, ingin menawarkan sidat (benih dan konsumsi) silahkan kunjungi www.dapetinglobalmandiri.com

terimakasih :)

tamrin mengatakan...

Sy pengumpul ikan masapi dan betutu didaerah kalsel yg ingin menjual ikannya hub sy 081255219262

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...