Selasa, 08 Mei 2012

Manisnya Budidaya Ikan Sidat

Budidaya sidat telah menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan dengan keuntungan tinggi. Produksi sidat masih terbatas karena tidak ada teknologi untuk pemijahan untuk komoditas ini, sehingga harga pasar cukup tinggi. Permintaan ikan yang sering disebut sidat atau unagi di pasar internasional mencapai 300.000 ton per tahun.

Dari total kebutuhan, permintaan Jepang untuk jenis unagi kabayaki 150.000 ton per tahun. Selain itu, penggemar ikan berlendir adalah dari Hong Kong, Korea Selatan, Cina, dan Taiwan.  

Direktur Jenderal Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan Slamet Subiakto, dalam siaran pers, Minggu (2012/4/22) mengatakan permintaan domestik juga sangat besar dan tidak dapat terpenuhi.
 
Di Jakarta, permintaan belut adalah sekitar 3 ton per bulan, sebagai akibat pertumbuhan restoran Jepang. Harga belut saat ini mencapai Rp 300.000 hingga Rp 600.000 per kg.
 
Masyarakat didorong jika ingin membudidayakan sidat yang memiliki nilai tinggi ini. "Indonesia adalah negara produsen sidat terbesar di dunia, karena hampir setiap muara di lepas pantai Indonesia ada sidat," kata Slamet dalam acara kunjungan kerja ke PT Java Suisan Indah di Pelabuhan Ratu Sukabumi Jawa Barat.
 
Namun, budidaya sidat masih terkendala pakan. Pemilik PT Indah Suisan Jawa, Ishitani, berpendapat, untuk pakan sidat masih menjadi kendala budidaya karena tidak ada yang sesuai di Indonesia.
 
Ini berkaitan dengan penggunaan pakan udang untuk pakan sidat. Kendala ini membuat pabrik pengolahan sidatnya masih kekurangan bahan baku. "Kapasitas pabrik sekitar 2.000 ton, namun produksi belum optimal, hanya mencapai 300 ton / tahun," jelasnya.
 
Sidat dikenal memiliki nilai gizi tinggi. Hati ikan sidat memiliki 15.000 IU/100 gram vitamin A. Lebih tinggi dari vitamin A mentega yang hanya 1900 gram IU/100. Bahkan kandungan DHA adalah 1337 mg/100 g mengalahkan ikan salmon yang hanya tercatat 820 mg/100 g atau 748 mg/100 gram untuk makarel.
 
Selain Indonesia, yang eksportir lainnya adalah Eropa, Cina, dan Amerika Serikat.

11 komentar:

Anonim mengatakan...

sy mau budi daya, bagaimana caranya!
nanti di jual kemana?
mohon bimbingan....


sy Anam Asal pasuruan-jawa timur
anam_japet@yahoo.com

Ariya Hendrawan mengatakan...

silahkan belajar di group sidat di http://groups.yahoo.com/group/sidat

Andi Masnur mengatakan...

Makasi pak Ariya, yang telah banyak berbagi ilmu dan pengalaman seputar sidat. Begitupun denga inisiatif tuk menggalang para sidataers di Indonesia tuk bersatu padu memajukan budidaya ikan sidat, yang mempunyai nilai ekonomis penting.
Bapak adalah leader di bidang sidaters.
Maju trus pantang mundur.

Salam Sukses Selalu. Go Sidaters

bambang soreang mengatakan...

Untuk para newbie sidaters
Cara paling sederhana dan mudah adalah datang ke farm sidat yg sdh jalan
Banyak kejadian memperlihatkan, bilamana tdk hati2, cool, tenang, bukannya manis/untung namun justru malah pahit/buntung
Kurang lebih demikian
Terima kasih

Bambang Pur/Pananjung Farm
082121 966 867
bambangsoreang@gmail.com

zemmy rais mengatakan...

As Salammualaikum Saya Dr.Zemmy pengimport sidat dari cilacap.
Insya Allah sekarang saya mau budidaya di Malaysia bagai mana cara nya isya Allah.

Anonim mengatakan...

Salam...saya dari malaysia dan memiliki restoran Jepun Muslim halal. Boleh bapak contact saya utk berbincang bagaimana utk order unagi dari bapak.

Nama: Shapiee Abd Rahman
Email: yukimissushi@gmail.com
H/p: +60-192241901

Makasih.

Agus Zulfa Irianto mengatakan...

apakah boleh untuk melihat2 dahulu farm punya Bapak?

putra baron mengatakan...

Saya punya belut ukurun 150grm ke atas,yg berminat bisa hubungi
+6285225504136
Baronputra30@gmail.com

armi_chem mengatakan...

bisa minta pembeli belut yang terpercaya pak..kita punya belut budidaya dan tangkapan ini,..bperminggu kita bisa kirim 100 kg

imam ciprut mengatakan...

Keren sob

www.kiostiket.com

Anonim mengatakan...

sidat apakah sama dengan belut rawa pak ?

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...